Mentok di BK berharap di polres,RIO publikasi rekaman kasus aliran dana.Pantau 9/9/2011.
Ada yang salah dengan logika kita,tentu jawabanya tidak dengan membaca,mendengar dan melihat realitas saat ini yang menjadi headline di beberapa surat kabar lokal soal tarik menarik kepentingan politik atas dugaan kasus suap aliran dana SKPD untuk anggota DRPD Banggai.setelah kasus ini kelihatannya samar-samar di tangani BK DPRD yang nampaknya akan di selesaikan di ruang politik transaksional antara eksekutif-legislatif kembali di ingatkan oleh bung RIO bersama warga masyarakat luwuk banggai terhadap penegak hukum khususnya kepolisian untuk merespon soal kasus ini.
Menelaah terminology korupsi dalam definisi bahasa Indonesia menurut (poerwadarminta,1976) korupsi di artikan perbuatan busuk seperti penggelapan uang,penerimaan uang sogok,dan sebagainya.yang konotasinya adalah tindakan tak bermoral,kebejatan,kebusukan,kerusakan,ketidak jujuran atau kecurangan.penegertian ahli di atas sengaja penulis ketengahkan untuk memperjelas duduk perkara bahwa kasus tersebut patut di duga merupakan golongan korupsi.
# Ada asap di sana_
Akhirnya episode politik dugaan kasus suap ini berlanjut dengan analogi sederhana ‘’ada asap maka ada api’’ kasus yang berhulu dari laporan anggota DPRD Hidayat Monoarfa ini terus bergulir bak ruang gelap yang kosong menuggu penerang,asap yang mulanya tidak terlihat di endus angin kini mulai menebal dan kelihatan di hadapan publik (masyarakat banggai) yang mulai resah akan kasus ini seakan di tutup-tutupi bahkan ada yang tidak tahu bagi sebagian kalangan yang akses informasinya terbatas soal pemberitaan ini.perlu jiwa besar untuk mengklarifkasi dari pihak yang selama ini di duga kuat terlibat agar tidak terjadi distorsi objektivitas masalah.respon penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan yang berjanji akan memanggil nama-nama yang terlibat dalam kasus ini semoga dapat memenuhi harapan publik akan rasa keadilan kebenaran yang substantif yang menurut plato:Socrates itu sahabat saya tapi sahabat saya yang paling dekat adalah kebenaran.
#integritas_
Meminjam istilah Arswendo atmowiloto koruptor yang di sinonimkan zombie tepat adanya bahwa kasus korupsi di Indonesia pusat-daerah sudah sangat masif terjadi di semua level (eksekutif,legislatif yudikatif dan pengusaha).kembali ke soal dugaan suap di DPRD Banggai siapakah sosok zombie itu??? Harapan publik dengan di ungkapnya kasus ini seharusnya menjadi momentum bagi institusi pemerintah dan penegak hukum agar cepat merespon aksi publik yang kian masif lewat aksi yang sudah memuat alat bukti rekaman oleh bung RIO!!
Kendurnya kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Negara tidak lepas dari melemahnya kepemimpinan di negeri ini.tiadanya sosok yang mampu menjadi simpul pengikat kekuatan masyarakat menghadapkan bangsa ini pada krisis orientasi (kompas,senin,8 agustus 2011).karakter pemimpin berintegritas yang tidak mudah terkooptasi dengan kepentingan politik menjadi harga mati untuk mengungkap siapa sosok zombitor yang kurang lebih dua bulan ini menjadi perbincangan publik.berilah publik apa yang mereka ingini,berilah publik suatu kebenaran yang harus di punyainya.(bond,1978).
twitter @don_moidady
Doni Moidady
for revolution it's triumph or die....
Mengenai Saya
- Doni Moidady
- kalian terpelajar cobalah bersetia pada kata hati - Pramoedya ananta toer.
Senin, 19 September 2011
Skizofrenik intelektualitas,sang whistle blower,dan sosok semar…!!!!!!!!!
Saya sengaja megutip dan meminjam istilah skizofrenik Kultural (penyakit hilang ingatan tanpa sebab yang sudah membudaya) ,dengan rasa hormat saya kepada penulis Rhadar Panca Dahana di harian kompas 1/6/2011 dan kutipan puisi sosok semar oleh rian tiarno dalam buku kybernology (ilmu pemerintahan) taliziduhu ndraha.
#gosip jalanan!!!
‘’Semar’’ tidak jauh tidak dekat tapi selalu ada bijak dan serba mengalah penuntun,arif pengobral maaf dia lemah sekaligus kuat begitu sifat dasar rakyat tapi jangan coba bikin murka sebab dia maha kekuatan itu yg menggempur tak pandang bulu_
Dia adalah semar dia badai dan topan itu yang menggeliat karena gencetan yang bergerak karena penindasan yang menggilas karena hinaan yang sanggup mengubah roda zaman,rakyat jelata di mana saja_
Kaitanya dengan hal di atas penulis ingin mengetengahkan situasi atau realitas dalam konteks demokrasi-ototnomi daerah di kabupaten banggai yang akhir-akhir ini struktur,sifat dan bentuknya jadi perbincangan kalangan aktivis,pemerhati dan akademisi maupun masyarakat (civil society) apakah sudah relevan dan berimplikasi positif seperti yang di agung-agungkan 13 tahun silam(era-reformasi).????
Sebelumnya kita baru saja memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah yang representatif pilihan dominan masyarakat luwuk,reformasi ala bupati terpilih yang berjilid I danI II program tancap gas sempat menjadi polemik,dengan adanya keputusan bupati sebelumnya yang membuat masyarakat seakan melihat ambiguitas pemerintahan,tapi apresiasi untuk bupati baru yang membuat keputusan tegas dengan mencabut sk bupati sebelumnya.
Jawabanya ada di ketiga institusi yang dalam halusinasi filsuf perancis montesqiu konsep negara trias politika (pemisahan kekuasaan) chek and bhalances menjadi terjemahan pemerintah indonesia dalam konteks otonomi daerah saat ini,saling mengawasi antar institusi eksekutif,legislatif dan yudikatif secara teori iya kita perlu hal seperti itu,tapi nyatanya situasi-realitas sosial di kab.banggai di pertontonkan ilusi parodi rakyat yang di perankan aktor-aktor parlemen lalong yang saling lempar argument penuh dengan teka-teki yang katannya itu massa jabatan periode sebelumnnya dari kasus dugaan suap lkpj-Bupati oleh BAPPEDA terhadap senator di DPRD Kab.Banggai. yang whistle blower nya (peniup peluit) di perankan Bung hidayat monoarfa,kasus ini memang terkesan seksi di kalangan pengidap kecanduan politik fungsi pengawasan DPRD terhadap kasus tersebut yang di tangani BK terkesan mengulur-ngulur waktu dengan alasan belum punya bukti yang kuat soal pelanggaran kode etik padahal sang whistle blower sudah menyatakan mempunyai alat bukti rekaman tentang hal tersebut,untuk membuka kotak pandora ini memang perlu sikap integritas pemerintahan di kab.banggai kareana kejujuran adalah kebijakan tertinggi (markus tulius cicero),apakah ini merupakan lagu gosip jalana ujung-ujungnya duit yg pernah di populiskan ‘’slank’’ datang di hembuskan dan hilang begitu saja!!! Siapakah mafia kerah putih itu????
#perlu gerakan moral
Seharusnya sang peniup pluit bung H.monoarfa perlu di dukung dan di suport untuk membongkar dugaan sistem korup tersebut yg sudah mengakar dari pusat-daerah atau spoiler system (sistem perkoncoan), nyayian orkestra politik di pemerintahan mulai bergelombang ritmenya di saat kasus ini terkuak belum lama ini,…nampaknya jajaran elit pemerintahan mulai kehilangan ingatan yang sudah membudaya di negri ini termasuk anggota dewan kita di parlemen lalong.rapatkan barisan untuk semua elemen yg merasa peduli dengan hal ini (mahasiswa,LSM,akademisi,keompok masyarakat dan pemerintahan) perlu berkoalisi untuk mempercepat dan mendorong transparansi kasus ini sekali lagi ini perlu kearifan dan seni sang pemimpin,rakyat punya nurani yang luhur untuk menilai semua ini siapa yang benar dan salah kita tunggu saja episode mafia kerah putih ini!!!!
Twitter ‘ @Don_moidady
#gosip jalanan!!!
‘’Semar’’ tidak jauh tidak dekat tapi selalu ada bijak dan serba mengalah penuntun,arif pengobral maaf dia lemah sekaligus kuat begitu sifat dasar rakyat tapi jangan coba bikin murka sebab dia maha kekuatan itu yg menggempur tak pandang bulu_
Dia adalah semar dia badai dan topan itu yang menggeliat karena gencetan yang bergerak karena penindasan yang menggilas karena hinaan yang sanggup mengubah roda zaman,rakyat jelata di mana saja_
Kaitanya dengan hal di atas penulis ingin mengetengahkan situasi atau realitas dalam konteks demokrasi-ototnomi daerah di kabupaten banggai yang akhir-akhir ini struktur,sifat dan bentuknya jadi perbincangan kalangan aktivis,pemerhati dan akademisi maupun masyarakat (civil society) apakah sudah relevan dan berimplikasi positif seperti yang di agung-agungkan 13 tahun silam(era-reformasi).????
Sebelumnya kita baru saja memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah yang representatif pilihan dominan masyarakat luwuk,reformasi ala bupati terpilih yang berjilid I danI II program tancap gas sempat menjadi polemik,dengan adanya keputusan bupati sebelumnya yang membuat masyarakat seakan melihat ambiguitas pemerintahan,tapi apresiasi untuk bupati baru yang membuat keputusan tegas dengan mencabut sk bupati sebelumnya.
Jawabanya ada di ketiga institusi yang dalam halusinasi filsuf perancis montesqiu konsep negara trias politika (pemisahan kekuasaan) chek and bhalances menjadi terjemahan pemerintah indonesia dalam konteks otonomi daerah saat ini,saling mengawasi antar institusi eksekutif,legislatif dan yudikatif secara teori iya kita perlu hal seperti itu,tapi nyatanya situasi-realitas sosial di kab.banggai di pertontonkan ilusi parodi rakyat yang di perankan aktor-aktor parlemen lalong yang saling lempar argument penuh dengan teka-teki yang katannya itu massa jabatan periode sebelumnnya dari kasus dugaan suap lkpj-Bupati oleh BAPPEDA terhadap senator di DPRD Kab.Banggai. yang whistle blower nya (peniup peluit) di perankan Bung hidayat monoarfa,kasus ini memang terkesan seksi di kalangan pengidap kecanduan politik fungsi pengawasan DPRD terhadap kasus tersebut yang di tangani BK terkesan mengulur-ngulur waktu dengan alasan belum punya bukti yang kuat soal pelanggaran kode etik padahal sang whistle blower sudah menyatakan mempunyai alat bukti rekaman tentang hal tersebut,untuk membuka kotak pandora ini memang perlu sikap integritas pemerintahan di kab.banggai kareana kejujuran adalah kebijakan tertinggi (markus tulius cicero),apakah ini merupakan lagu gosip jalana ujung-ujungnya duit yg pernah di populiskan ‘’slank’’ datang di hembuskan dan hilang begitu saja!!! Siapakah mafia kerah putih itu????
#perlu gerakan moral
Seharusnya sang peniup pluit bung H.monoarfa perlu di dukung dan di suport untuk membongkar dugaan sistem korup tersebut yg sudah mengakar dari pusat-daerah atau spoiler system (sistem perkoncoan), nyayian orkestra politik di pemerintahan mulai bergelombang ritmenya di saat kasus ini terkuak belum lama ini,…nampaknya jajaran elit pemerintahan mulai kehilangan ingatan yang sudah membudaya di negri ini termasuk anggota dewan kita di parlemen lalong.rapatkan barisan untuk semua elemen yg merasa peduli dengan hal ini (mahasiswa,LSM,akademisi,keompok masyarakat dan pemerintahan) perlu berkoalisi untuk mempercepat dan mendorong transparansi kasus ini sekali lagi ini perlu kearifan dan seni sang pemimpin,rakyat punya nurani yang luhur untuk menilai semua ini siapa yang benar dan salah kita tunggu saja episode mafia kerah putih ini!!!!
Twitter ‘ @Don_moidady
Jumat, 17 Desember 2010
''latihan sar sang salempang orange''
saya memulai dari definisi SAR (SEARCH AND RESCUE) secara harafiah di artikan mencari dan menolong,kegiatan sosial ini sudah sejak lama menjadi bagian dari sifat alamiah (nature) manusia. di Indonesia sendiri SAR lahir sekitar sejak tahun 70-an, Pusarnas (pusat sar nasional),Basari (badan sar Indonesia),Basarnas (badan sar nasional) ini merupakan transformasi perubahan bentuk organisasi SAR di ondonesia.mapala santigi (mahasiswa pecinta alam santigi) sendiri adalah unit kegiatan fakultas yang berorientasi di fak.ilmu sosial dan ilmu politik universitas tadulako yang bernaung di bawah payung mapatala (mahasiswa pecina alam universitas tadulako) secara kelembagaan adalah unit kegiatan yang berorientasi di tingkat universitas.
Kegiatan S.A.R mapala santigi merupakan program rintisan (premiere) dari pembina yang di respon oleh pengurus dan anggota aktif kemudian secara legal di bentuk panitia inti untuk suksesi kegitan tersebut dengan tujuan untuk pengembangan sumber daya anggota khususnya para pengurus dan anggota aktif mapala santigi.di mulai dari hunting lokasi dengan malakukan survey lokasi kegiatan pada tanggal 29,30 dan 31 oktober 2010, kemudian pada tanggal 9-12 desember 2010 di pilih pan-pel untuk proses kegiatan S.A.R dengan elemen kegiatan tanggal 9-10 desember materi kelas/pendalaman: materi S.A.R (sejarah,klasifikasi,tehnik-tehnik pencarian atau metode),PPGD (pertolongan pertama pada gawat darurat,NAVDAR (navigasi darat),TALI TEMALI.kemudian aplikasi lapangan/action di lakkukan tanggal 11-12 desember 2010 bertempat di kab.sigi biromaru kec………. Desa pombeve dengan Titik koordinat (LS: 00® 58’ 58’’ BT: 119 ® 57’’ 18’) lembar peta:palu, skala 1:50.000.begitu bahasa navigator sang salempang orange!!!!!
Kronologis kegiatan :Tim (seru) di bagi menjadi tiga kelompok beranggotakan 5-6 orang di tiap-tiap kelompok,dengan perlengkapan yang sudah di persiapkan sebelumnya (pra-kegiatan).berdasarkan hirarki structural pengambilan kebijakan/keputusan dalam konteks S.A.R ada OC:ON CAMANDER SMC: Sar mission comander →OSC:ON SCENE COMANDER →SERU.dalam simulasi ini pan-pel menggunakan istilah korlap (coordinator lapangan) untuk posisi OSC di karenakan spesifikasi OSC yang belum tersedia sumber dayanya dalam kegiatan ini.proses pencarian menggunakan metode yang di sesuaikan dengan keadaan dan kondisi di lapangan yaitu metode penyisiran jarak spasi 5 meter dengan jumlah 12 orang yang terbagi dalam 2 seru,kemudian metode pencarian hadang untuk korban bergerak yang di gunakan oleh seru 3. Walaupun dengan kondisi yang belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana dengan kekurangan-kekurangan yang ada kita mampu merealisasikan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab dan keinginan peserta yang ingin belajar,setelah ini kita harus menerobos gelap dan keluar dari batas kemampuan kita,pecinta alam tidak hanya sekedar menguras tenaga dan otot tapi harus mentransformasi hasil kegiatan secara ilmiah (akdemik) dari pengamatan kita di alam bebas ke dokumen yang dapat di jadikan asset bagi organisasi kedepan.setelah ini ada rencana tindak lanjut yang secara periodik mampu menigkatkan kapasitas sumber daya kita misalnya kegiatan junggle survive,lomba orienteering untuk anggota sahut Pembina mapala santigi (Shadiq.M S.sos) dalam breafing evaluasi setelah kegiatan selesai.
Dalam kamus kepecinta alaman kegiatan SAR tersebut menjadi sangat mendasar untuk para pemerhati dan penikmat alam,reaksi yang timbul dari alam akhir-akhir ini sering membuat kita tidak siap dengan kemampuan yang kita punya, praksisnya bencana alam beberapa bulan yang lalu secara bergantian menimpa bumi pertiwi (wasior,mentawai,merapi) dan hilangnya pendaki dalam proses kegiatan di alam bebas.menyadari potensi tersebut aksi di lakukan untuk mendapat reaksi dari multi pihak yang berkepentingan dalam hal ini,singkatnya kawan kita mulai sadar bahwa sewaktu-waktu bencana dan hilangnya korban dapat terjadi di Sulawesi tengah.
Oleh:Doni Moidady,….
Dokumentasi & data : Bidang infokom mapala santigi fisip UNTAD,_
suasana peserta di posko induk,_
Selasa, 09 November 2010
''imaginasi campus''
Hidup mahasiswa dan salam untuk perjuangan………………….
Berangkat dari fakta (realitas) dan kejadian-kejadian dalam konteks kekinian yang terjadi, izinkan saya menuangkan hasil pikiran yang belum sepenuhnya melihat suasana campus dari berbagai sudut pandang yang relatif sulit nutuk saya ceritakan sepenuhnya.
Akhirnya kesempatan untuk menulis ini tiba setelah lama beku dan mengendap di ruang berpikir saya,yang baru-baru ini mencair tumpah ruah dalam tulisan ini.ada keadaan yang berubah dari sesugguhnya ketika mulai lagi beraktifitas di ruang campus yang di lakukan teman-teman seakan membuat saya sadar bahwa kita tidak inovatif,imaginatif dan sekreatif dulu lagi untuk membangun kembali rasa solidaritas dan melahirkan ide intelegensia dari hasil diskusi(share) dengan teman di organisasi campus yang pernah saya lalui ketika baru merasakan menjadi mahasiswa untuk pertamama kalinya,tapi ini mungkin hanya pandangan sebagian orang yang pada umumnya hampir sama dengan pendapat saya sebagai mahasiswa yang akhir-akhir ini hampir tidak punya waktu untuk memperhatikan situasi kampus dari sudut pandang eksternal-internal maupun sebaliknya dewasa ini
.
Mempertegas pembahasan ini,bahwa campus yang semestinya menjadi tempat kita belajar dan mengasah kemampuan intelektual sejujurnya saya ingin bilang bahwa kampus tidak seperti dulu lagi yang punya banyak ruang (space) yang di ciptakan teman-taman untuk proses pengembangan kreatifitas diri,ini jelas dengan kurangnya minat belajar bersama dan megasah kemampuan di organisasi kampus yang seakan tiba masa tiba akal.sifat sindrome ingin senang-senang yang di manjakan teknologi modern seakan menjadi tren masa kini yang saya sendiri pun merasakanya he…,.itu semua hanyalah hal-hal negatif yang perlu di konversi menjadi hal positif kalau kita mau sama-sama merubahnya.
Empati untuk pemimpin baru yang punya banyak terobosan dan inovasi membuat saya dan teman-teman bernafas lega dengan kebijakan-kebijakan campus yang pro dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa,fasilitas(infrastrutur) kampus mulai di benahi membuat kita nyaman berada di kampus.kondisi ini sebenarya kontradiktif dan paradoks dengan kondisi mahasiswa yang belum bisa berbuat(pasifisme) yang terbaik bagi kampus kita,tapi itulah kenyataanya dari fakta yang saya liat akhir-akhir ini.
Kesimpulanya bahwa ada kebiasaan praktis baru yang coba di adopsi oleh kita yang ternyata merubah hal lama ke hal yang baru butuh waktu,tenaga dan energi yang tidak sedikit.atau mungkin inilah hukum ketetapan alam yg menuntut kita untuk selalu adaptif dengan perubahan zaman.
Oleh:doni moidady.
Jumat, 14 Agustus 2009
‘’Dari pesisir pantai Timur menuju komunitas lokal Gn .sojol’’
Cuaca yang cerah menyambut kedatangan tim explorasi budaya suku lauje dan peresmian jalur wisata pendakian sisi timur Gn.sojol Mapala Santigi fisip Untad yang berangkat dari base camp pada hari jumat 11/juli/2009 dan tiba di Desa Bobalo kec.Palasa Kab.Parigi Moutong pada hari sabtu tngl/12/juli/2009. Tepatnya di hari ke dua setelah tim sampai di titik star pendakian gn.sojol tim explorasi menyempatkan diri intuk menikmati pesona keindahan teluk tomini di pantai Bobalo mulai dari mancing,makan ikan, makan kelapa muda serta khas jajanan pisang epe ala Desa setempat,setelah jalan-jalan sambil observasi tim mempersiapkan kebutuhan atau perangkat penelitian yang akan di gunakan pada saat explorasi dan chek list perlengkapan serta logistik tim pendakian. di hari senin pada tngl 13 juli tim yang terdiri dari penulis (ketuaTim) ustadz,een,yoyo,obhay,imhe dan gobul (pendamping) Dole,Iqbal dan Ai ‘’carlos’’ (peserta pengambilan NRA ) cacing (anggota muda), Pian dan Iqra (KPA Lokal) melakukan upacara pelepasan beserta aparat Desa dan masyarakat Bobalo tepatnya pada pukul 10.30 wib. doa ustadz(panggilan) Hamza mengiringi langkah awal pendakian tim explorasi dan perasmian jalur wisata pendakian gn.sojol menuju pos (camp) 1 SD Pebounang, perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 8km ini merupakan jalur loging masyarakat untuk melakukan transaksi hasil-hasil perkebunan,al hasil jalur ini dapat di lalui tim dan sampai pada pukul 14.00 wib . satu hal yang perlu di ingat jalur menuju pos 1 bisa di lalui dengan kendaraan roda empat dan roda dua so kalo teman-teman punya sosialisasi yang bagus degan masyarakat setempat bisa dapat tumpangan logistik, kalo orangnya tetap harus tracking fren ….
Malam hari tim memaksimalkan waktu dengan melakukan interview dengan kepala adat Desa Pebounang untuk melakukan study komparatif kearifan lokal budaya suku lauje zona bawah dan zona atas yang kami klasifikasikan mulai dari pengelolaan lingkungan,adat istiadat yang di lakukan,sistem kekerabatan,dan sejarah terbentuknya Desa .berhasil melakukan interview selama kurang lebih 2 jam tim explorasi kembali ke lokasi nginap pos 1 untuk istirahat persiapan menuju lokasi explorasi berikutnya .(Hari 1)
istirahat yang panjang membuat tim bangun agak ngaret dari waktu yang di jadwalkan semalam!!! setelah makan,packing,serta menentukan job yang sudah di tantukan sebelumnya tim berangkat tepat pada pukul 9.30 wib menuju pos (camp) 2 jalur yang dilalui masih sama melewati jalur logging pemukiman masyarakat desa pebounang,lahan perkebunan cokelat dan melewati punggungan khas Gn.sojol.coffe break di pilih tim tepat di pondokan yang menurut jubir tim adalah mangge Rin sapaan akrabnya,pada pukul 12.00 wib.sejenak menghirup udara segar ,plus view peggunugan sojol sambil menikmati segelas coffe buatan tim serasa ingin berhenti berjalan melepaskan lelah di pondokan mange Rin ,,, so ternyata itu hanya angan-angan yang ada dari semua benak tim he..he..he.. 1 jam berlalu tim kembali memakai perlengkapan pribadi yang satu persatu mulai di lepas untuk meringankan beban packing,,packing,, ayo jalan lagi kata Igra(jubir tim) pukul 1.30 wib tim meninggalkan lokasi coffe break untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 2,menanjak dan menanjak serta ilalang tak lepas dari medan yang kami lalui untuk sampai di lokasi nge camp tim .jarak tempuh yang tidak terlalu jauh membuat kami sampai sebelum matahari terbenam dengan waktu tempu kurang lebih 4 jam.di pos 2 ini terdapat satu komunitas kecil yang sudah bisa dikatakan mulai meniggalkan gaya kearifan lokal itu terbukti dari hasil pengamatan dan wawancara tim explorasi yang menemukan alat modern yaitu gilingan jagung,perkakas yang di gunakan tetapi perilaku interaksi,adat istiadat dan budaya serta pengelolaan lingkungan yang masih kental di lakukan membuat kami tak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa komunitas ini sudah termodernisasi ,ternyata itu semua menjawab rasa penasaran kami yang melakukan wawancara dengan komunitas yang berjumlah 2kk ini bahwa mereka masih sangat arif dalam melakukan aktifitas sehari-hari.hal yag paling menarik ketika tim sampai di pos ini yaitu sambutan tamu khas ala suku lauje yang langsung menyodorkan jagung bakar dan ogo(air) pegunungan sojol. (Hari 2)
Disiplin waktu menjadi kata kunci tim untuk terus melanjutkan perjalanan menuju komunitas lokal suku lauje yang ada di Gereja (Dusun Ansibong),target tim padahari ini yaitu nginap di pos 3.jalan lagi pada pukul 8.30 wib pagi.medan jalur yang hampir sama menyisir punggungan kawasan perkebunan jagung,kacang tanah dan ubi jalar masyarakat setempat,melewati vegetasi hutan rapat yang pada saat musim hujan medan akan sangat licin dan berbecek membuat tim harus membawa cadangan air minum untuk mengisi cairan tubuh yang terkuras pada saat perjalanan karena titik air(musiman) hanya terdapat di pos (camp)3 kurang lebih 200 m dari tempat nginap.tiga jam perjalanan (pukul 11.30) anda bisa break sejenak sambil memulihkan stamina di pondokan tempat transit suku lauje ,vegetasi hutan rapat khas Sulawesi dan jalur yang terus melewati punggungan menanjak ke atas masi setia menemani perjalanan tim yang berangkat jam 12.30wib dan tiba tepat pukul 1.30 siang wib di pos(camp)3 yang merupakan kawasan bekas lahan perkebunan masyarakat lauje yang sudah di tinggalkan karena rawan akan adanya badai.keindahan yang di tawarkan di pos 3 ini yaitu pada saat senja pemandangan di arah timur seakan membuat kelelahan kami terbayarkan lampu-lampu yang terlihat dari kejauhan tepatya di pulau sebrang arah timur yang menurut perkiraan tim adalah pulau Togean (Kab.Tojo Una-Una). Brefing dan evaluasi jadi agenda malam sebelum tidur Tim.pemasangan tanda (plakat) jalur wisata menjadi kendala lambatnya perjalanan dan medan yang sangat variatif serta observasi jalur dan pengambilan gambar,tapi itu bukan menjadi hambatan untuk terus melakukan perjalanan menuju lokasi explorasi budaya suku lauje di komunitas Dusun Ansibong.(Hari ke 3)
Untuk menuju Gereja Dusun Ansibong(lokasi.explorasi) anda dapat memilih dua alternative jalur yang berbeda yaitu; jalur arah kanan yang medanya di khususkan untuk para pendaki yang gemar dengan adventure challenge anda akan melewati jalur scrambling yang jaraknya kurang lebih 100m melewati kawasan puncak siboalae ,penurunan curam ilalang dengan kemiringan hampir 80 derajat,untuk sampai di area coffebreak waktu yang di tempuh kurang lebih 4 jam ½,lokasi ini bagus digunakan untuk oreantasi medan di atas peta karena viewnya yang terbuka dan letaknya yang di ketinggian .dari lokasi break menuju sungai jalur yang di lalui menurun,menipir punggungan dan kembali menurun kearah sungai ansibong area transit lokasi nginap . Waktu yang di tempuh kurang lebik 4 jam ½ . di sarankan untuk nginap di sungai ini Karena total perjalanan 9 jam dari pos3 menuju sungai dan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan.untuk menuju Gereja waktu yang di perlukan kurang lebih 2 jam karena medan yang di lalui pendakian dengan kemiringan sekitar 70-80 derajat melewati lahan perkebunan masyarakat.sedangkan jalur arah kiri yang medanya melewati punggungan panjang kawasan siboalae dengan vegetasi rapat di penuhi rotan hutan,flora dan fauna kha pegunugan sojol,jalur yang sering tertutup kabut tebal serta sun rise dari lokasi area transit tempat nginap penduduk setempat(pondok perotan) jika anda nginap disini, kemudian menurun ke arah sungai ansibong dan terus naik menuju Gereja Ansibong .waktu tempuh hampir sama dengan jalur kanan kurang lebih 9 jam dari pos 3 menuju Gereja .jalur ini di rekomendasikan tim untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara yang medanya tidak terlalu susah tetapi sangat panjang untuk di lalui.secara keseluruhan ke dua jalur ini menarik untuk di lalui karena mempunyai kelebihan,kekurangan serta keunikan masing-masing hanya saja untuk jalur kanan anda dapat menginap di areal sungai Ansibong dengan lokasi yang memungkinkan untuk menginap sedangkan jalur kiri anda dapat melihat sun rise di pondokan suku lauje tapi tidak memungkinkan untuk menginap di areal sungai.tim sendiri memilih melewati 2 jalur sistem traverse dari A-B naik jalur kanan dan turun di jalur kiri punggungan siboalae dan tiba di sungai ansibong padapukul 17.00 wib (nginap di sini) (hari ke4)
Mengawali aktifitas awal tim yang berangkat dari sungai ansibong pukul 11.00 wib dan sampai di lokasi explorasi pos 4 pada pukul 13.00 siang yang langsung disambut ramah oleh komunitas lokal suku lauje memberi kesan interpersonal positif khususnya buat tim yang di jadwalkan 3 hari beradada lokasi ini.istirahat sejenak sambil berinteraksi dengan komunitas lokal yang di pandu jubir tim bahwa kami akan nginap 2 hari di sini lalu melanjutkan pendakian dan turun kembali untuk nginap di lokasi ini,tim yang diberi kesempatan untuk menginap di gereja sudah mengantongi izin dari Pa Pendeta BURASIMA,gereja tersebut cukup luas untuk anda para pendaki yang berjumlah 11 orang (Hari ke 5).
Naskah&foto:Doni Moidady dan Hamza ’’cepho’’ profil jalur dan foto-foto lengkapnya bisa di lihat di face book mpa_santigifu dan mpasantigi.blogspot.com
Langganan:
Entri (Atom)